
Kecamatan Mentawa Baru Ketapang – Tim gabungan yang terdiri dari unsur Kecamatan MB Ketapang, perangkat desa, dan Babinsa turun ke lapangan untuk menangani kebakaran lahan yang melanda wilayah Desa Eka Bahurui Jalan Kuda Marleh Darat , Senin (20/7/2026). Namun, upaya pemadaman mengalami kendala akibat keterbatasan peralatan dan sulitnya akses sumber air.
Kebakaran yang terjadi di lahan masyarakat tersebut berupaya segera ditangani untuk mencegah api semakin meluas dan merembet ke area pemukiman warga. Tim gabungan langsung bergerak cepat begitu menerima informasi tentang kejadian tersebut.
Namun di lapangan, tim menghadapi sejumlah kendala teknis yang cukup serius. Selain kesulitan menemukan sumber air di sekitar lokasi kebakaran, jarak sumber air yang tersedia juga cukup jauh dari titik api. Kondisi ini mengharuskan penggunaan selang pemadam dengan panjang yang memadai untuk dapat menjangkau lokasi terbakar.
“Kendala utama kami adalah keterbatasan jumlah selang. Pihak desa dan kecamatan hanya memiliki 2 unit selang, sehingga tidak cukup untuk menjangkau lahan yang terbakar mengingat jarak sumber air yang cukup jauh,” ujar salah seorang anggota tim di lokasi.
Dengan hanya berbekal 2 selang yang tersedia, tim gabungan terpaksa bekerja keras dengan strategi terbatas untuk mencegah penyebaran api. Upaya yang dilakukan lebih difokuskan pada pembuatan sekat atau garis batas untuk mencegah api merembet ke lahan lainnya. Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih berupaya maksimal mengatasi kebakaran dengan peralatan yang ada, sambil mengharapkan bantuan tambahan dari pihak terkait untuk mencegah kebakaran lahan semakin meluas.
Sumber : Pemerintah Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.
